Teknik Budidaya Tembakau

TEKNIK BUDIDAYA TEMBAKAU (Nicotiana tobacum L)

Penanaman dan penggunaan tembakau di Indonesia sudah dikenal sejak lama. Komoditi tembakau mempunyai arti yang cukup penting, tidak hanya sebagai sumber pendapatan bagi para petani, tetapi juga bagi Negara.

Tanaman Tembakau merupakan tanaman semusim, tetapi di dunia pertanian termasuk dalam golongan tanaman perkebunan dan tidak termasuk golongan tanaman pangan. Tembakau yang digunakan adalah daunnya,  sebagai bahan pembuatan rokok. Usaha Pertanian tembakau merupakan usaha padat karya.

Luas areal perkebunan tembakau di Indonesia, diperkirakan hanya sekitar 207.020 hektar, namun jika dibandingkan dengan penanaman tanaman padi,  penanaman tanaman tembakau memerlukan tenaga kerja hampir tiga kali lipat. Untuk mendapatkan produksi tembakau dengan mutu yang baik, banyak faktor yang harus diperhatikan yaitu tanah, iklim, pemupukan dan cara panen.

Tanaman tembakau umumnya dibudidayakan karena memiliki arti ekonomi penting. Spesies yang sering dibudidayakan adalah Nicotiana tobacum dan Nicotiana rustika.

Nicotiana tobacum memiliki ciri-ciri : daun mahkota bunganya memiliki warna merah muda sampai merah, mahkota bunga berbentuk terompet panjang, habitusnya piramidal, daunnya berbentuk lonjong dan pada ujung runcing, kedudukan daun pada batang tegak, tingginya 1,2 m.

Nicotiana rustika memiliki ciri-ciri : daun mahkota bunganya berwarna kuning, bentuk mahkota bunga seperti terompet berukuran pendek dan sedikit bergelombang, habitusnya silindris, bentuk daun bulat yang pada ujungnya tumpul, kedudukan daun pada batang agak terkulai.

Sistematika tanaman tembakau

Klass                : Dicotyledonaea
Ordo                : Personatae
Famili              : Solanaceae
Sub Famili      : Nicotianae
Genus              : Nicotianae
Spesies           :Nicotiana tabacum L.

Akar
Tanaman tembakau merupakan tanaman berakar tunggang yang tumbuh tegak ke pusat bumi. Akar tunggangnya dapat menembus tanah hingga kedalaman 50- 75 cm, sedangkan akar serabutnya menyebar ke samping. Selain itu, tanaman tembakau juga memiliki bulu-bulu akar. perakaran akan berkembang baik jika tanahnya gembur, mudah menyerap air,dan subur.

Batang
Tanaman Tembakau memiliki bentuk batang agak bulat, agak lunak tetapi kuat, makin ke ujung, makin kecil. Ruas-ruas batang mengalami penebalan yang ditumbuhi daun, batang tanaman bercabang atau sedikit bercabang. Pada setiap ruas batang selain ditumbuhi daun, juga ditumbuhi tunas ketiak daun, diameter batang sekitar 5 cm.

Daun
Daun tanaman tembakau berbentuk bulat lonjong (oval) atau bulat, tergantung pada varietasnya. Daun yang berbentuk bulat lonjong ujungnya meruncing, sedangkan yang berbentuk bulat, ujungnya tumpul. Daun memiliki tulang-tulang menyirip, bagian tepi daun agak bergelombang dan licin. Lapisan atas daun terdiri atas lapisan palisade parenchyma dan spongy parenchyma pada bagian bawah. Jumlah daun dalam satu tanaman sekitar 28- 32 helai

SYARAT TUMBUH

Iklim
Tanaman tembakau pada umumnya tidak menghendaki iklim yang kering ataupun iklim yang sangat basah. Angin kencang yang sering melanda lokasi tanaman tembakau dapat merusak tanaman (tanaman roboh) dan juga berpengaruh terhadap mengering dan mengerasnya tanah yang dapat menyebabkan berkurangnya kandungan oksigen di dalam tanah. Untuk tanaman tembakau dataran rendah, curah hujan rata-rata 2.000 mm/tahun,
sedangkan untuk tembakau dataran tinggi, curah hujan ratarata 1.500-3.500 mm/tahun. Penyinaran cahaya matahari yang kurang dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman kurang baik sehingga produktivitasnya rendah. Oleh karena itu lokasi untuk tanaman tembakau sebaiknya dipilih di tempat terbuka dan waktu tanam disesuaikan dengan jenisnya. Suhu udara yang cocok untuk pertumbuhan tanaman tembakau berkisar antara 21-32,30 C.
Tanaman tembakau dapat tumbuh pada dataran rendah ataupun di dataran tinggi bergantung pada varietasnya. Ketinggian tempat yang paling cocok untuk pertumbuhan tanaman tembakau adalah 0 – 900 mdpl.

Cara Mengatahui Umur Jagung

Jumlah daun jagung = 16 lembar

(jumlah tersebut adalah jumlah mulai muncul sampai keluar bunga)

Tanaman jagung mulai berbunga = 54 HST

(HST = Hari Setelah Tanam)

Tongkol tamanan jagung mulai terisi biji = 65 HST

Jagung muda = 70 HST

Kenyataan di lapangan :

3 (tiga) daun pertama mulai tumbuh keluar/muncul 1 daun setiap 5 hari.

Daun ke-4 sampai ke-16 muncul/keluar setiap 3 hari.

Catatan : Daun yang masih setengah muncul tidak dihitung.

Daun yang telah keluar penuh yang dihitung.

Contoh :

Jika ada 7 daun penuh telah muncul sempurna

Berapa HST umur jagungnya?

3 daun pertama x 5 hari = 15 HST

4 daun sisanya x 3 hari = 12 HST

Total 7 daun = umur jagung = 27 HST

Contoh :

Jika ada 16 daun telah muncul bunganya

Berapa HST umur jagungnya?

3 daun pertama x 5 hari = 15 HST

13 daun sisanya x 3 hari = 39 HST

Total 16 daun = umur jagung = 54 HST

Panen ; Senang atau sedih ???

Oleh : Lia Salsabila

Setelah menunggu selama kurang lebih 120 hari, akhirnya masa panen datang juga. Sebuah masa yang paling dinanti oleh petani termasuk aku. Namun sayang sekali, panen kali ini tidak membuat petani di sekitarku merayakan pesta panen seperti biasanya. Tak terdengar tawa sumringah yang tersisa hanya wajah-wajah gundah.

Musim kali ini banyak petani yang gagal panen. Kegagalan tersebut disebabkan oleh adanya serangan hama wereng dan Xanthomonas yang parah ditunjang dengan kondisi cuaca yang tidak stabil sehingga hasil panen tidak sesuai dengan yang diharapkan. Rata-rata hasil panen paling bagus 50% dari hasil panen musim sebelumnya, bahkan tak jarang petani yang benar-benar gagal panen.

Mungkin aku juga termasuk salah satu petani yang beruntung (menurutku), walaupun panen tidak seberapa (1 ha hanya mendapat 1.100 kg gabah), aku  bersyukur karena masih ada uang untuk modal tanam di musim berikutnya. Tetapi bagaimana dengan petani yang lainnya (terutama yang gagal panen sama sekali)…..

Di sepanjang jalanan desa yang aku lalui, banyak sekali sawah-sawah yang dibiarkan masih dengan tanaman padi yang rusak (kondisi kering meranggas/gosong). Ketika aku bertanya ke beberapa petani tetangga mereka menyampaikan bahwa sudah tidak punya modal lagi untuk menanam di musim berikutnya.

Bagaimana aku menyiasati hal ini…???

Entahlah, hingga detik ini aku masih memutar otak untuk mencari solusi permasalahan yang membelit petani di sekitar tempat tinggalku.

Ada solusi…?????

Bertani ; susah ga ya….

Sejak 2009 aku mencoba peruntungan bisnis dibidang pertanian yaitu dengan budidaya tanaman serealia dan palawija (padi dan jagung). banyak sekali hal-hal tekhnis yang perlu dipersiapkan terutama pengetahuan seputar budidaya tanaman tersebut.

Walaupun sebenarnya aku lulusan politeknik pertanian dan juga seorang anak petani ternyata tidak menjamin bahwa penanaman kami akan berhasil karena dalam hal budidaya tanaman selain pengetahuan yang harus dikuasai juga diperlukan pen galaman atau keahlian membaca bahasa tubuh tanaman, musim, hama penyakit dan juga harus jeli terhadap pasar…..

so…harus benar-benar siap

Tips Pemecahan Masalah Dalam Budidaya Tanaman Jagung

1.  Penanaman sampai perkecambahan ( 3 – 10 HST )

No Gejala Khusus Kemungkinan Penyebab Analisa dan Rekomendasi

1

Benih tidak tumbuh

Tidak ada benih yang ditanam

Galilah pada tempat di mana benih tidak muncul/tidak tumbuh, untuk mendeteksi ada

tidaknya benih

Tanah terlalu kering

Benih memerlukan kelembaban yang

cukup untuk memulai proses perkecambahan

Tanamlah pada tanah yang lembab atau

aturlah irigasi sebelum/sesudah tanam pada

tanah yang kering

Benih dengan viabilitas rendah

Ujilah daya tumbuh benih sebelum ditanam

Tanah berbongkah-bongkah

Kontak benih dengan tanah tidak baik,

sehingga benih tidak mendapatkan cukup

air untuk tumbuh

Persiapan lahan diperbaiki sehingga

diperoleh lahan penanaman yang cukup

gembur dengan kelembaban yang cukup

Terbakar karena kontak dengan

pupuk

Hindari benih kontak langsung dengan pupuk

Pupuk dasar diletakkan kira-kira 5 cm dari

Benih

2

Benih tumbuh tidak baik

Kelembaban tanah kurang dan

tidak merata

Benih mengembang dan bertunas dan

kemudian kering karena kelembaban kurang

Benih yang tumbuh baik, terlihat pada

pada tempat-tempat dengan kelembaban

cukup

Tanamlah pada tanah yang lembab atau atur

irigasi sebelum/sesudah tanam pada lahan

yang kering

Tutuplah benih dengan tanah yang gembur

dan lembab dan jangan ditutup dengan tanah

yang kering

Kedalaman lubang tanam tidak

merata

Tanamlah benih pada kedalaman yang sama

4 – 5 cm pada tanah dengan kelembaban

yang cukup

Pemadatan tanah dan atau pengerasan permukaan tanah

Hujan deras setelah tanam yang diikuti oleh

masa kering menyebabkan pemadatan dan

pengerasan permukaan tanah, khususnya

pada tanah bertekstur halus.

Benih yang sudah tumbuh akan mengalami

kesulitan menembus lapisan keras ini

Hal ini diatasi dengan irigasi lagi atau

penyiangan ringan pada tanah tersebut

Benih membusuk atau dimakan/ dirusak oleh serangga

Benih terserang cendawan seperti Diplodia sp., Pythium sp., Giberella sp.

Benih dimakan oleh semut, rayap, orong-orong

Gunakan insektisida untuk seed treatment

pada saat tanam

Kecambah abnormal dan atau daun kecambah rusak dan menggulung dalam tanah

Kerusakan karena penggunaan herbisida

Pemadatan tanah dan tanah berbongkah

Bongkah

Pengolahan tanah dilaksanakan dengan benar

pada tanah dengan kelembaban yang cukup

Lakukan penyiangan ringan untuk menghilankan bongkahan tanah

Sebagian tanaman atau seluruhnya

berwarna ungu terang sampai gelap

Disebabkan oleh keadaan terlalu basah, dingin atau sesuatu yang menghambat awal

perkembangan perakaran

Pengaruh yang lain adalah: pengerasan tanah, serangan serangga/penyakit, terbakar karena pupuk, kerusakan karena herbisida, defisiensi phospor atau sifat genetik tanaman

Periksalah keseluruhan tanaman untuk

Identifikasinya

Kecambah/tanaman muda membusuk

Tanaman berwarna kekuningan dan daun yang layu berwarna kecoklatan, batang dan akar terlihat basah.  Jaringan bagian dalam

kehilangan warna khususnya pada titik tumbuh. Hal ini disebabkan oleh keadaan basah dan suhu rendah

2.  Perkecambahan sampai tanaman setinggi lutut (10 hst – 21 hst)
No Gejala Khusus Kemungkinan Penyebab Analisa dan Rekomendasi

A

1.

Stadium 2 – 4 daun

Daun pucuk/tengah

menggulung, busuk atau mengering

Lalat bibit

Atherigona exigua

Periksa telur serangga pada permukaan bawah daun, serta larva berwarna kuning gelap di dalam gulungan daun

Kendalikan dengan insektisida pada waktu tanam atau sesudah tanam

2.

Tanaman terpotong di permukaan tanah

Ulat tanah, ulat tentara, Ulat jengkal

Kendalikan dengan insektisida kontak

3.

Ujung dan tepian daun tua

berwarna ungu

Defisiensi phospor

Periksa pH dan lakukan pengapuran sebelum

penanaman

Gunakan pupuk dasar sesuai rekomendasi

4.

Warna tanaman normal tetapi pertumbuhan

tanaman lambat

Kesuburan tanah rendah

Gunakan pupuk dasar sesuai rekomendasi

5

Daun kuning, tanaman kurus

dan kerdil

Defisiensi nitrogen

Defisiensi belerang

Tergenang air

Gunakan pupuk dasar sesuai rekomendasi

Gejala kuning muncul pada bagian atas tanaman yang di tunjang oleh keadaan tanah berpasir dengan kandungan bahan organik rendah dan tanah yang dingin dan basah

Perbaiki drainase, sehingga penggunaan nitrogen dapat lebih efisien

6

Daun menggulung dan layu

Kekeringan

Serangan serangga pada akar atau batang bawah

Pengaturan irigasi dan penanaman pada musim yang tepat

Gunakan insektisida

7

Tanaman kerdil, daun berkerut

dan tebal

Serangan Thrips

Gunakan insektisida

8

Strip/garis putih atau kuning diantara pembuluh daun

Defisiensi magnesium

pH tanah rendah

Lakukan pengapuran dengan kapur pertanian

CaCO3 atau CaMg (CO3)2 sampai mendekati

pH 5.5 – 6.2 yang cocok untuk tanaman jagung

Untuk tanah ringan gunakan 2-4 ton/Ha dan tanah berat 3 – 6 ton/Ha yang diberikan 1 -2 bulan sebelum tanam

B

1

Stadium 5 – 9 daun

Tanaman kerdil, daun yang tua

berwarna hijau muda atau

kekuningan

Ketersediaan nitrogen sangat rendah

Tergenang air

Lakukan pemupukan nitrogen kedua sesuai

dengan rekomendasi.  Letakkan pupuk 10 – 12 cm dari pangkal tanaman dan timbunlah dengan tanah untuk mengurangi kehilangan nitrogen

Perbaiki drainase

2

Daun atas mengering dan daun

bawah mati

Kerusakan karena kesalahan

penempatan pupuk

Penempatan pupuk terlalu dekat dengan pangkal batang

Hindari kontak pupuk dengan tanaman secara langsung

3

Klorotik berupa garis-garis panjang di daun

Serangan penyakit bulai Downy Mildew

Gunakan varietas yang tahan terhadap bulai

4

Daun menggulung dan tanaman layu

Kekurangan air

Aturlah pengairan yang memadai

5

Daun pucuk yang sebagian

masih menggulung dimakan serangga

Serangan penggerek pucuk

Serangan penggerek batang

Adanya kotoran ulat dan lubang-lubang ke arah lebar daun

Gunakan insektisida kontak dan carbofuran

langsung pada pucuknya

Adanya lubang di pucuk tanaman

Gunakan insektisida kontak dan carbofuran

langsung pada pucuknya

6

Sebagian besar daun atau hampir seluruh daun dimakan serangga

Serangan ulat tentara dan atau ulat potong

Serangan belalang

Semprotkan insektisida kontak

7

Tanaman layu dan terpotong pada pangkal batang/akar

Serangan uret (larva kumbang)

Serangan rayap

Gunakan insektisida Carbofuran dan letakkan di tanah dekat benih pada saat tanam

8

Bercak oval, bundar atau persegi panjang berwarna

coklat kemerahan, berukuran

0.1 – 2 cm

Helminthosporium leafspot

Penyakit ini ditunjang oleh adanya suhu panas dan kelembaban tinggi

Hindari penanaman terlambat

Ikuti pemupukan berimbang, untuk meningkatkan kekuatan tanaman

gunakan varietas yang tahan

3.  Tanaman setinggi lutut sampai Polinasi
No Gejala Khusus Kemungkinan Penyebab Analisa dan Rekomendasi
A

1

Stadium 10 – 16 daun

Tanaman miring atau roboh

Kerebahan akar

Kerebahan pada batang

Sistem perakaran yang lemah, serangan serangga atau karena terpotong pada saat penyiangan

Lakukan penyiangan tidak terlalu dalam

Gunakan varietas yang tahan

2

Batang patah dan daun dimakan serangga

Serangan penggerek batang

Serangan ulat daun

Serangan ulat jengkal

Semprotkan insektisida kontan dan atau sistemik

B

1

Stadium Tasseling dan Silking (Berbunga)

Rambut tongkol terlambat keluar

Kekeringan

Populasi tanaman terlalu padat

Tanah dengan kesuburan rendah

Adanya naungan

Pengaturan irigasi

Tanamlah sesuai jarak tanam 75×20 cm

Pemupukan berimbang sesuai dengan rekomendasi

Hindari naungan

2

Tassel tidak membuka atau rusak

Serangan penggerek batang atau

aphids (kutu daun)

Semprot dengan insektisida

3

Ruas bagian bawah membusuk

berwarna coklat dan lunak

batang terpilin dan rebah

Phytium stalk rot

Penyakit ini ditunjang oleh adanya periode panas yang berkepanjangan, basah,kelembaban tinggi serta tanah tidak subur dan drainase jelek

4

Tassel gagal berkembang

Serangan lalat bibit

Larva lalat bibit menyerang pada saat stadium awal

pertumbuhan yang menyebabkan hanya bagian bakal tassel yang rusak, sehingga tidak dapat berkembang setelah tanaman dewasa.

Kendalikan dengan insektisida Carbofuran/sistemik saat tanam

4.  Polinasi sampai Masak Fisiologis
No Gejala Khusus Kemungkinan Penyebab Analisa dan Rekomendasi

1

Ruas-ruas batang bagian bawah

menjadi lunak, mengering,

mudah ditekan dan batang mudah roboh

Diplodia stalk rot

Giberella stalk rot

Fusarium stalk rot

Gunakan varietas Jagung Hibrida

Perbaiki Drainase

Jarak tanam 75 x 20 cm

Pupuk sesuai rekomendasi

2

Tanaman roboh dan batangnya mungkin pecah atau rusak

Kekurangan Kalium

Penggerek batang

Angin kencang

Pemupukan berimbang

Gunakan insektisida

Jarak tanam sesuai rekomendasi

3

Tongkol membusuk

Diplodia

Banded Leaf and Sheath Disease

Gunakan varietas Pioneer

Perbaiki drainase

4

Tongkol tidak terisi semua, terisi sebagian, terisi terpencar- pencar atau ukuran tongkol lebih kecil dari ukuran normal

Suhu tinggi pada saat polinasi

Kekeringan

Populasi tinggi

Kesuburan rendah

Serangan penggerek tongkol

Perbaiki drainase

Jarak tanam yang tepat

Pemupukan berimbang sesuai rekomendasi

Penggunaan insektisida kontak

5

Tongkol tidak terisi sebagian

Kekurangan unsur Phospor dan

Kalium

Pemupukan berimbang sesuai rekomendasi

data di peroleh dari bapak Sigit E. Susilo

Corn Seeds Industry Outlook

Oleh : Sigit E. S

  • 2008 —–  Corn area : 4 million ha —– hybrid penetration 50% = 30,000 MT of hybrid corn seeds
  • Corn self sufficiency in 2008/2009 and export up to 2 million MT in 2009/2010
  • Government project will remain there until 2014 ensured by re-elected of SBY
  • Government aim to have 75% hybrid penetration and 5 million corn area in 2014 —– corn hybrid seed market : 56,250 MT     (double of 2008 market)

PAKET BUDIDYA TANAMAN JAGUNG SECARA UMUM

KONDISI LAHAN IDEAL :

–        Tanah gembur, subur, tidak mudah tergenang air.

–        Memiliki cukup bahan organik.

–        pH netral sampai agak asam (5,5 – 7).

–        Kemiringan tanah tidak lebih dari 8%.

–        Ketinggian 0 – 700 meter dpl.

–        Jenis tanah liat berlempung, tanah lempung atau tanah lempung   berpasir.

–        Areal yang memiliki persediaan air yang cukup dan  curah hujan merata 200 mm/bulan

–        Sinar Matahari penuh

PEGOLAHAN TANAH

Lakukan pengolahan tanah dengan baik, agar tanah menjadi gembur dan tanaman bisa tumbuh dengan baik.

Tujuan pengolahan tanah adalah :

  • Memperbaiki TeksturTanah.
  • Memperbaiki  Aerasi Tanah.
  • Membunuh Organisme Pengganggu Tanaman (OPT)
  • Menghambat tumbuhnya gulma.
  • Melancarkan Drainase (pemasukan dan pembuangan air)
  • Mengatur jarak tanam.

PENANAMAN

Jarak Tanam yang dianjurkan

70 x 20 cm (1 tnm/lubang)

Cara penanaman :

  • Buat  2 (dua) lubang dengan kedalaman 5 cm dengan jarak antar lubang ± 5 cm, satu lubang untuk benih dan satunya untuk pupuk.
  • Tanam benih tiap lubang 1 biji kemudian tutup lubang dengan tanah

PEMUPUKAN

Dosis pemupukan yg dianjurkan untuk Jagung Hibrida Varietas Jaya – 1, Nusantara -1 dan Prima – 1 adalah sbb :

Rekomendasi 1

DOSIS

JENIS PUPUK APLIKASI TOTAL

( KG / HA )

7-10 HST 30-35 HST

Tinggi

Urea

SP-36

KCL

100

225

135

250

-

-

350

225

135

Sedang

Urea

SP-36

KCL

100

200

100

200

-

-

300

200

100

Rendah

Urea

SP-36

KCL

50

150

100

200

-

-

250

150

100

Rekomendasi 2

DOSIS JENIS PUPUK APLIKASI TOTAL

( KG / HA )

7-10 HST 30-35 HST
Tinggi Urea

SP-36

Phonska

50

100

200

150

-

350

200

100

550

Sedang Urea

SP-36

Phonska

50

100

200

100

-

200

150

100

400

Rendah Urea

SP-36

Phonska

50

50

200

50

-

200

100

50

400

Apabila tanah kurus, dianjurkan pemupukan dasar ditambah dengan pupuk organik / pupuk kandang sebanyak 1.500 kg sampai 2.000 kg (+ 75 karung).

Pemupukan sebaiknya ditugalkan dan ditutup dengan tanah agar tidak terjadi penguapan.

KONDISI AKIBAT KEKURANGAN PUPUK PADA TANAMAN JAGUNG

  • Kekurangan magnesium  menyebabkan timbulnya garis-garis keputihan  sepanjang tulang daun dan seringkali timbul warna ungu pada bagian bawah daun tua
  • Kekurangan Fospor daunnya berwarna ungu kemerahan , terutama pada tanaman yang masih muda.
  • Kekurangan Nitrogen dimulai dengan warna kekuningan pada ujung daun dan berkembang sepanjang tulang daun utama
  • Kekurangan Kalium ditandai dengan pembentukan tongkol yang tidak sempurna dimana ujung tongkol tidak berbiji penuh, dan bijinya jarang
  • Tongkol jagung akibat kekurangan Nitrogen pada saat kritis, ditandai dengan tongkolnya kecil, kadar protein rendah dan ujung tongkol tidak berbiji
  • Adanya rambut berwarna hijau saat tongkol masak menunjukkan tanaman terlalu banyak dipupuk Nitrogen dan tidak seimbang dengan unsur hara lainnya
  • Akibat kekurangan Fosfor ditandai dengan tongkolnya kecil, kering bengkok dengan pembentukkan biji tidak sempurna.

PEMBUMBUNAN

Dianjurkan dilakukan pembumbunan setelah pemupukan kedua (± 21 hst) dan ketiga (± 35 hst) .

Tujuan

  • untuk mematikan rumput-rumputan
  • memperbaiki pori-pori tanah
  • merangsang tumbuhnya akar-akar baru (akar tunjang).

PENGAIRAN

  • Pengairan dilakukan sesuai dg kondisi lahan dan curah hujan.
  • Waktu pengairan biasanya dilakukan kurang lebih 10 hari sekali dengan cara mengalirkan pada larikan dan secepatnya dibuang dan dipastikan  tidak ada yang menggenang.
  • Pengairan dihentikan 10 hari sebelum pemanenan
  • Pengairan di lahan darat bisa dilakukan dengan pompa air.
  • Pengairan dapat dilakukan dengan menggunakan irigasi sumur dangkal (4–10 meter).

KONDISI AKIBAT PENGATURAN AIR YANG KURANG BAIK

  • Kekeringan yang menyebabkan tanaman berwarna hijau keabu-abuan, daun-daun menggulung sebesar pensil
  • Udara kering menyebabkan pembentukan rambut lambat, persarian tidak sempurna pada saat pembentukan biji.

P A N E N

Tingkat kemasakan buah jagung dapat dibedakan dalam 4 tingkat yaitu ;

  1. Masak Susu

Biji jagung mulai terisi oleh zat pati. Biji belum menunjukkan kekerasannya sehingga kalau ditekan akan keluar cairan putih seperti susu

  1. Masak Lunak

Keadaan biji mulai agak keras dan mudah dipecahkan, ciri lainnya yaitu ; ujung daun bagian bawah mulai nampai kering, pada tingkatan ini jagung sering dipanen untuk sayur atau rebus.

  1. Masak Tua

Warna kulit biji mengkilap dan terang, biji sudah keras, sebagian besar tanaman sudah mengering.

  1. Masak Kering / Masak Mati

Semua bagian tanaman telah kering dan mati, biji sangat keras dan kering bahkan nampak mulai berkerut.

Umur panen tanaman jagung ditentukan oleh varietas, musim penanaman.

Ciri Jagung siap panen adalah :

  1. Umur tanaman jagung telah maksimal, yaitu setelah pengisian biji mencapai jumlah optimal setiap varietas akan berbeda-beda antara 7-8 minggu setelah berbunga.
  2. Kadar air di dalam biji antara 30-35%.
  3. Daun telah menguning bahkan sebagian besar mulai kering
  4. Klobot sudah berwarna coklat
  5. Rambut berwarna hitam dan kering
  6. Populasi klobot kering 90%
  7. Apabila pembungkus dibuka, maka terlihat biji mengkilat dan keras, bila ditekan dengan kuku tidak membekas

HAMA DAN PENYAKIT SERTA PENGELOLAANNYA

Hama dan penyakit seringkali menyebabkan pertumbuhan tanaman terganggu. Hama disebabkan oleh hewan kelas rendah sampai tinggi dan penyakit disebabkan oleh bakteri dan jamur.

Hama yang sering menyerang tanaman jagung antara lain :

  1. 1. Lalat Bibit (Antherigona exigua Stein)

Menyerang tanaman yang masih muda umur 7 hari atau bibit (jumlah daun 2-3 helai). Telur lalat bibit berwarna putih bentuknya lonjong, larva membuat jalan menuju titik tumbuh dan memakan pucuk daun pada bagian pangkal sebelah bawah.

Akibat serangan :

  • Pertumbuhan tanaman terhambat
  • Pucuk daun layu dan warna daun kekuning-kuningan
  • Disekitar bagian yang terserang mengalami pembusukan

Cara pengendalian :

  • Pergiliran tanaman
  • Menjaga kebersihan sekitar area pertanaman
  • Disemprot dengan insektisida antara lain : Dursban 20 EC, Hostathion 40 EC, Larvin 75 WP dan Marshal 25 ST
  1. 2. Ulat Tanah (Agrotis epsilon)
Gejala serangan

Larva aktif pada malam hari untuk mencari makan dengan menggigit pangkal batang. Pangkal batang yang digigit akan mudah patah dan mati.   Di samping menggigit pangkal batang, larva yang baru menetas, sehari kemudian juga menggigit permukaan daun. Ulat tanah sangat cepat pergerakannya dan dapat menempuh jarak puluhan meter.  Seekor larva dapat merusak ratusan tanaman muda.

Pengendalian

a).  Kultur teknis

-   Pengolahan tanah yang baik untuk membunuh pupa yang ada di dalam tanah.

-   Sanitasi dengan membersihkan lahan dari gulma yang juga merupakan tempat ngengat A. ipsilon meletakkan telurnya.

b).  Pengendalian fisik / mekanis

Pengendalian secara fisik dengan mengumpulkan larva dan selanjutnya dimusnahkan. Sebaiknya dilakukan pada senja – malam hari, dan larva biasanya dijumpai di permukaan tanah sekitar tanaman yang terserang.

c).  Pengendalian hayati

Pemanfaatan musuh alami : parasitoid larva A. ipsilon yaitu Goniophana heterocera, Apanteles (= Cotesia) ruficrus, Cuphocera varia dan Tritaxys braueri. Predator penting adalah Carabidae. Patogen penyakit yang sering menyerang A. ipsilon adalah jamur Metharrizium spp. dan Botrytis sp. serta nematoda Steinernema sp.

d).  Pengendalian kimiawi

Dilakukan dengan menyemprotkan pestisida seperti Azodrin, Hostanthion 40 EC dan Nogos 50 EC.

  1. 3. Ulat Grayak (Spodopthera Litura)

Gejala Serangan

Larva yang masih kecil merusak daun dengan meninggalkan sisa-sisa epidermis bagian atas, transparan dan tinggal tulang-tulang daun saja. Larva instar lanjut merusak tulang daun. Biasanya larva berada di permukaan bawah daun, menyerang secara serentak berkelompok. Serangan berat menyebabkan tanaman gundul karena daun habis dimakan ulat, umumnya terjadi pada musim kemarau.

Pengendalian

a).  Kultur teknis

-     Sanitasi lahan dari gulma,

-     Pengolahan tanah yang intensif.

b).  Pengendalian fisik / mekanis

-    Pembutitan, mengumpulkan larva atau pupa  dan bagian tanaman yang terserang kemudian memusnahkannya,

-    Penggunaan perangkap feromonoid seks untuk ngengat sebanyak 40 buah per hektar atau 2 buah per 500 m2 dipasang di tengah pertanaman sejak tanaman berumur 2 minggu.

c). Pengendalian hayati

Pemanfaatan musuh alami seperti :  patogen Sl-NPV (Spodoptera litura – Nuclear Polyhedrosis Virus), cendawan Cordisep, nematoda Steinernema sp., predator Sycanus sp., Andrallus spinideus, Selonepnis geminada, parasitoid Apanteles sp., Telenomus spodopterae, Microplistis similis, dan Peribeae sp.

d).  Pengendalian kimiawi

Dilakukan dengan menyemprotkan pestisida seperti Azodrin, Hostanthion 40 EC dan Nogos 50 EC.

  1. 4. Penggerek Batang

Telur yang baru menetas akan memakan permukaan helaian daun yang masih lunak sehingga nampak bintik-bintik berwarna putih  pada daun. Tanaman diserang sejak umur 1 bulan sampai terbentuk tongkol, selain menggerek batang ulat ini juga dapat masuk  dan merusak tongkol yang masih muda

Cara pengendalian :

  • Pergiliran tanaman
  • Menjaga kebersihan sekitar area pertanaman
  • Potong tanaman yang terserang kemudian pendam didalam tanah
  • Disemprot dengan insektisida antara lain : Folidol E 605 atau Folidol M, Nogos 50 EC, Hostathion 40 EC dan Kaevos 20 EC.

Penyakit yang sering menyerang tanaman jagung antara lain :

1.     Bulai Jagung (Downy Mildew)

Penyakit bulai disebabkan oleh jamur Sclerospora maydis. Bagian tanaman yang diserang adalah daun, terutama pada tanaman muda yang berumur di bawah 40 hari. Daun yang terserang berubah warna menjadi kuning keputih-putihan dan di bagian bawahnya muncul konidia berwarna putih, berbentuk seperti tepung. Serangan jamur ini akan meningkat pada suhu udara tinggi.

Ciri-ciri tanaman yang terserang bulai :

  • Tanaman umur 2-3 minggu

-          Bentuk daun meruncing tampak kaku dan warna daun menguning atau kuning kehijauan/kuning keputihan.

-          Terdapat lapisan spora yang berwarna putih di sisi bawah daun.

  • Tanaman umur 3-5 minggu

-          Pertumbuhan tanaman terhambat

-          Terjadi perubahan warna pada daun yang sedang membuka mulai dari pangkal daun

-          Tongkol kecil, biji sedikit dan perkembangna kelobot tidak sempurna sehingga tidak dapat membungkus tongkol.

  • Tanaman dewasa/hampir dewasa

-          Terdapat garis-garis chlorotis kecoklatan dan berbatas tegas pada daun-daun tua.

Cara pengendalian :

  • Penanaman dilakukan menjelang/awal musim hujan
  • Melakukan pergiliran tanaman
  • Menanam varietas yang resisten terhadap penyakit bulai
  • Lakukan pencabutan pada tanaman yang terserang kemudian dimusnahkan
  • Lakukan penyemprotan dengan fungisida antara lain :
  1. 2. Bercak Daun (Leaf Bligh)

Penyakit ini disebabkan Helmintosporium turcicum. Penyakit ini menyerang daun, pelepah dan tongkol jagung. Gejalanya muncul bercak-bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi coklat di daun, pelepah dan tongkol buah. Penyakit busuk daun menyebabkan proses fotosintesis terhambat sehingga produktivitas turun.

Cara pengendalian :

  • Melakukan pergiliran tanaman untuk menekan pertumbuhan  cendawan
  • Mengatur kelembapan lahan untuk menekan meluasnya serangan cendawan
  • Lakukan penyemprotan dengan fungisida antara lain : Daconil 75 WP dan Diflotan 4 F

3.        Busuk Kelobot Jagung

Penyakit ini disebabkan jamur Fusarium moniliformae. Gejala penyakit ini adalah muncul bintik-bintik bulat berwarna hitam kebiruan di kelobot. Tongkol yang terserang akan  membusuk. Pencegahan penyakit ini

dengan perendaman benih dengan fungisida sistemik. Selain itu, juga dengan cara tidak menanam jagung di dekat tanaman padi dan pisang karena kedua tanaman tersebut juga inang jamur Fusarium moniliformae.

4.     Busuk Tongkol Jagung

Penyakit busuk tongkol disebabkan Rhizoctonia zeae. Pada awalnya jamur menyerang daun, lalu merembet ke tongkol. Gejala awalnya berupa bercak-bercak berwarna coklat gelap atau merah muda di kelobot buah. Akibat penyakit ini, tongkol buah akan membusuk dan bisa menyebabkan gagal panen.

Cara pengendalian

  • Menanam jagung varietas unggul yang tahan terhadap serangan jamur
  • Melakukan pergiliran tanaman
  • Mengatur jarak tanam agar lahan tidak terlalu lembab
  • Perlakuan benih atau Seed Dressing
  • Lakukan penyemprotan dengan fungisida antara lain : Daconil 75 WP dan Diflotan 4 F

5.     Busuk Batang

Penyakit busuk batang disebabkan oleh bakteri Erwinia sp. Gejala awalnya, batang bagian bawah berubah warna menjadi kecoklatan kemudian membusuk, mati dan patah secara tiba-tiba. Dari titik patahan tercium bau busuk yang menyengat.

6.     Hawar Daun Jagung

Penyakit disebabkan oleh Pseodomonas gladioli pv Alliicola. Bakteri ini biasanya menyerang daun bagian bawah tanaman muda yang akan berbunga. Akibatnya pertumbuhan tanaman terhambat dan produktivitas menurun. Gejala awal muncul bercak berbentuk huruf V pada daun. Lama kelamaan daun akan mengering dan mati.

7.     Karat Daun Jagung

Penyakit karat daun disebabkan oleh jamur Puccinia polysora. Gejala awal berupa bercak-bercak merah dan keluar serbuk seperti tepung berwarna coklat kekuningan.

Akibat penyakit ini, tanaman tidak

dapat melkukan fotosintesis dengan sempurna sehingga pertumbuhannya melambat, bahkan tanaman dapat mati

Teori dari berbagai sumber

General Economy & Environment

* Despite global recession, Indonesia’ economy grew 4.4% in 2009 and predicted 5-6% in 2010, with single digit inflation rate (resesi global, pertumbuhan ekonimi indonesia tumbuh sebesar 4,4% di tahun 2009 dan diprediksikan 5-6 % di tahun 2010, dengan kurs inflasi sigle digit)

* Global demand of corn is still very strong. Currently, global stock of grain corn is only good for 48 days  bio-fuel and feed millers (permintaan global untuk jagung masih sangat besar, umumnya, stock benih jagung hanya bagus selama 48 hari —- bio-fuel dan pengilingan makanan)

* Asia’ grain corn import was 35 million ton in 2009 (Asia mengimpor benih jagung 35 juta ton di tahun 2009)

* Grain corn price reached USD 5 per bushel in December 2009 from level of USD 4.2 per bushel in July (harga benih jagung mencapai USD 5 per bushel di bulan desember 2009 dari level USD 4.2 per bushel di bulan july).