Sayapku mengepak pelan kelelahan
Meliuk limbung nyaris tersungkur
Mata sipitku seakan rabun
Silau akan gulita dalam gemerlap cahaya
Meraba dinding dinding penuh lentera
Paruhku berkicau sendu
Di antara suara suara gempita bibir bisu
Membaur dalam teriakan teriakan empati semu
Hendak ke mana ringkih mungilku berlabuh
Di istana megah bertabur bunga?
Dengan suasana mencekam bak pekuburan tua
Atau di rumah rumah berlantai tanah?
Di mana ketulusan, kebeliaan canda tawa meraja
Imajiku terus melayang
Iringi kepakan sayap tak beraturan
Mencari jawab nurani tuk sebuah keabadian
“Lia”
Juli 09

Recent Comments